Siaran Pers: Perkara Pengancaman Aparat Desa Berlanjut Ke Percobaan Penculikan, Penegakan Hukum Harus Maksimal dan Komprehensif

Aparat desa dan Warga Desa Cot Mee, Kecamatan Tadu Raya, Nagan Raya selama satu minggu terakhir berada dalam situasi yang sangat tidak kondusif. Peristiwa pengancaman terhadap aparat desa dan peristiwa upaya penculikan terhadap warga membuat suasana semakin menjadi tidak tenang. Sejak Sabtu lalu, Abdul Manan (Keuchik), Tgk. H. Ahmat Khairan, S.Pd.I (Sekretaris Desa) dan Isnani (Bendahara Desa) Cot Mee, Kecamatan ...

Read More »

Teror Aparat Gampong di Nagan, Nama Abu Rimba Dibawa-bawa

SUKA MAKMUE – Aparat Gampong Cot Mee, Tadu Raya, Nagan Raya dilaporkan menjadi korban teror orang tak dikenal (OTK) sejak seminggu lalu. Teror pertama kali melalui telepon pada 15 April 2017, sekira jam 18.00 WIB. Kepala Operasional LBH Banda Aceh, Chandra Darusman S, S.H., M.H., yang mengaku tengah berada di Polres Nagan Raya, mengatakan, peneror menyebut diri sebagai anak buah ...

Read More »

Berdiri di Belakang Fazar Baizury

“Pak keuchik, malam ini kamu aman. Tapi nyawa kamu, Asubki dan Musilan belum aman. Kecuali kamu mau menghentikan masalah sengketa tanah kalian. Kalau tidak kami tetap akan menghabisi kalian. Itu semua tergantung dari pak keuchik, kami dari pasukan gerilya hanya sekedar mengingatkan saja.” Tulisan yang diterima oleh Abdul Manan, Keuchik Cot Mee, Kecamatan Tadu Raya, Nagan Raya, memuat teror yang ...

Read More »

Usai Tuntut Hak ke Fajar Baizury, Keuchik Cot Mee Diancam Bunuh

BANDA ACEH – Keuchik (kepala desa) Cot Mee, Kecamatan Tadu Raya, Kabupaten Nagan Raya, Abdul Manan (56), mengaku mendapat teror melalui telepon dan pesan singkat yang dilakukan oleh orang tak dikenal (OTK) yang mengatasnamakan pasukan gelilya. Pesan yang dikirimkan oleh si peneror menggunakan bahasa Aceh. “Ada tiga nomor yang dipakai si pelaku untuk meneror saya,” kata Abdul Manan kepada AJNN, ...

Read More »

LBH Banda Aceh Dorong Percepatan Qanun Pertanahan Aceh

Lembaga Bantuan Hukum (LBH) Banda Aceh mendesak Dewan Perwakilan Rakyat Aceh (DPRA) mempercepat pengesahan Rancangan Qanun (Raqan) Pertanahan Aceh menjadi Qanun Aceh Tentang Pertanahan. Syahrul dari LBH Banda Aceh mengatakan, keberadaan Qanun Aceh tentang Pertanahan ini adalah solusi dalam menyelesaikan berbagai konflik pertanahan di Aceh. “Dari 2005 – 2016, ada 76 kasus konflik pertanahan di Aceh yang belum terselesaikan dan ...

Read More »