Paman Korban Pengeroyokan Melapor ke Polres Aceh Barat

Meulaboh – Winanda Agustian (23) warga Ujong Kalak, Meulaboh, Aceh Barat yang menjadi korban pengeroyokan delapan oknum polisi dari Polres Aceh Barat, selasa (5/5) membuat pengaduan ke Polres atas kasus yang terjadi pada Minggu (3/5) sore silam. “Kami membuat laporan resmi ke Polres, atas dasar kesepakatan keluarga besar Winanda,” kata Patani, paman korban kepada Serambi, kemarin. Laporan yang didaftarkan ke Polres ...

Read More »

Lagi Dampingi Mediasi Warga, Staf LBH Diusir Kepala BPN

MEULABOH – Pengacara Lembaga Bantuan Hukum (LBH) Banda Aceh Pos Meulaboh, mengaku diusir oleh Kepala Kantor Badan Pertanahan Meulaboh, Kabupaten Aceh Barat saat mendatangi kantor Badan Pertanahan Nasional (BPN) untuk melakukan pendampingan kasus sengketa lahan antara warga dengan PT Prima Aceh Agro Lestari (PAAL), sesuai dengan undangan mediasi atara kedua belah pihak. “Kita datang ke kantor BPN sesuai dengan surat undangan ...

Read More »

PERS RELEASE : POLRES ACEH BARAT WAJIB USUT TUNTAS PERISTIWA DUGAAN PENYIKSAAN WINANDA AGUSTIAN

Sebagaimana diberitakan pada Serambi Indonesia, 4 Mei 2015, publik dikejutkan dengan adanya pemberitaan telah terjadi tindakan penyiksaan yang dilakukan oleh 8 anggota kepolisian dari Polres Aceh Barat terhadap Winanda Agustian (23), warga Aceh Barat. Tindakan itu terjadi pada 3 Mei 2015 yang mengakibatkan korban mengalami luka-luka dan harus menjalani perawatan medis. Tindakan brutal anggota kepolisian yang seperti ini jelas merupakan ...

Read More »

3 Saksi Kasus Gafatar Diperiksa di Pengadilan

BANDA ACEH – Tiga saksi diperiksa dalam sidang lanjutan perkara penistaan agama oleh pengurus Gerakan Fajar Nusantara (Gafatar) Aceh beberapa waktu lalu di Pengadilan Negeri (PN) Banda Aceh, Selasa (14/4). Keenam terdakwa kasus ini adalah T Abdul Fatah, Ridha Hidayat, Fuadi Mardhatillah, M Althaf Mauliyul Islam, Musliadi, dan Ayu Ariestyana. Adapun tiga saksi yangdiperiksa kemarin adalah Kasubnit Reserse Polresta Banda ...

Read More »

PRESS RELEASE : POLRES ACEH TAMIANG WAJIB BERTANGGUNG JAWAB ATAS PERISTIWA SALAH TANGKAP DAN PENAHANAN SEWENANG-WENANG

Dalam melaksanakan tugas pokok, fungsi dan wewenangnya untuk melakukan proses penegakan hukum dan proses hukum, Polres Aceh Tamiang  harus mengedepankan peraturan peraturan perundang-undangan yang berlaku. Jangan terkesan pihak kepolisian Polres Aceh Tamiang melakukan tindakan barbarian  dan tidak menjunjung tinggi nilai-nilai hukum, keadilan, serta prinsip-prinsip Hak Asasi Manusia; seperti halnya yang terjadi dalam perkara yang menimpa klien kami yang bernama Hasbullah, ...

Read More »